Seleksi Penerimaan Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara Tahun 2019

BUMNASN.COM - Berawal dari satu pemikiran bahwa Intelijen merupakan suatu disiplin Ilmu yang dapat dipelajari, maka pada tahun 2002 Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono memprakarsai pendirian perguruan tinggi di bidang ilmu intelijen. Pada 9 Juli 2003 Presiden RI meresmikan berdirinya IIN (Institut Intelijen Negara) Tahun 2004 dimulai kuliah perdana dan IIN berubah menjadi STIN. Sesuai UU 17/2011 Alumni STIN menjadi sumber utama SDM BIN.

Seleksi Penerimaan Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara Tahun 2019

Seleksi Penerimaan Taruna-Taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara Tahun 2019


Persyaratan Umum :

  • Warga Negara Indonesia (pria/ wanita).
  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI tahun 1945.
  • Usia pada tanggal 31 Desember 2019 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih darI 20 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir);
  • Berijazah serendah – rendahnya SMA/ MA/ SMK /Sederajat (bukan lulusan paket A, B dan C);
  • Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan sampai dengan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS);
  • Belum pernah melahirkan (wanita) dan belum pernah punya anak biologis (pria);
  • Tidak bertato/ memiliki bekas tato dan bertindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (wanita). Tidak bertato/ memiliki bekas tato dan bertindik pada bagian tubuh manapun (pria)
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Tidak pernah mengalami patah tulang
  • Tinggi badan minimal (berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm; dan
Wanita : 155 (seratus lima puluh lima) cm.
  • Tidak sedang menjalani ikatan dinas/pekerjaan dengan instansi/perusahaan lain;
  • Siap ditempatkan dimana saja;
  • Bersedia memberikan ganti rugi kepada negara, apabila dalam proses pendidikan di STIN mengundurkan diri atas kemauan sendiri;
  • Untuk Putra – Putri asli dari Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar akan diberlakukan Afirmasi dengan kuota 7 (tujuh) orang dan apabila kouta tidak tidak terpenuhi akan diisi dari jalur non-afirmasi, dengan menunjukan bukti fotocopy Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan garis keturunan orang tua (ayah dan ibu kandung) asli dari wilayah tersebut dan dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kelurahan/Kepala Desa.

Untuk lebih lengkap mengenai persyaratan pendaftaram silahkan Unduh Disini

Silahkan bagikan lowongan ini ke teman kamu yang juga lagi cari kerja.